AGENDA HUT KE-18 SMA NEGERI 1 KLIRONG TAHUN 2014

Written by Admin on June 14, 2014. Posted in Berita Baru

Kegiatan meliputi :

1. Senin, 16 Juni 2014 :

a.  Upacara Pembukaan pameran dan peringatan HUT SMA Negeri 1 Klirong

b.  Pameran diisi dengan Pensi (Teater, Tari, Puisi dan menyanyi)

2. Selasa, 17 Juni 2014 :

a. Pameran + Pensi perkelas

b. Lomba voly antar SMA

3. Rabu, 18 Juni 2014 :

a. Pameran + Pensi perkelas

b. Lomba voly, solo vocal dan mewarnai

4. Kamis, 19 Juni 2014 :

a. Sarahsehan dan pameran

5. Senin, 23 Juni 2014 :

a. Pameran + pensi perkelas

b. Lomba intern (kebersihan kelas)

6. Selasa, 24 Juni 2014 :

a. Lomba intern (menghias tumpeng antar kelas)

b. Pameran

Written by Admin on May 28, 2013. Posted in Berita Baru

PENGUMUMAN

 

Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 KLirong yang telah dinyatakan LULUS,  bahwa

  • Sampai saat  ini (Selasa 4 Juni  2013), belum ada kabar blanko ijazah  diterimakan.  Pengalaman  tahun sebelumnya (2011/2012), blanko ijazah diterimakan 1 minggu lebih setelah pengumuman kelulusan.
  • Pengumuman cap 3 jari ijazah  akan sekolah umumkan jika sudah ada kepastian waktu penerimaan blanko ijazah dari Dinas Dikpora Kab. Kebumen.
  • Dimohon untuk sering-sering  melihat web ini, atau sms ke no HP  tim kurikulum. (Tim Kurikulum : P. Puji, B. Komi, B. Rina, B. Nur, dan P. Andi)

Demikian untuk menjadikan periksa dan maklum adanya.

 

Kebumen, 4 Juni  2013

an. Kepala Sekolah

Wakasek Kurikulum

ttd

Pujiyono, S.Pd.

Written by Admin on March 18, 2013. Posted in Berita Baru

Peserta UN Perlu Ikuti Tahapan Kerja

Dikirim ulang oleh  puji pada hari Senin, 18 Maret 2013

Jakarta – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini yang menggunakan sistem barcode membuat peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Peserta yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada LJUN yang benar, akan mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru membaca. “Tahapan kerja ini sudah kami cantumkan dalam Prosedur Operasi Standar (POS),” ungkap Khairil saat ditemui di ruangannya, Rabu (27/2).

Pertama, peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. “Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu,” tegas Khairil.

Kedua, pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Khairil menjelaskan, karena jika ia menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.

“Padahal mungkin dia sudah mengerjakan hingga nomor 20 dan menemukan soal yang rusak pada nomor 21. Jadi, kami minta kepada mereka pastikan betul bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan baik. Dia tidak boleh mulai mengerjakan soal, sebelum melakukan urutan kerja ini,” tambahnya.

Ketiga, begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN. “Bisa jadi saat anak sedang mengerjakan, ada angin besar dan menerbangkan naskah soal serta LJUN sehingga tertukar satu dengan yang lain. Tetapi kalau sudah ada nama di naskah soal dan LJUN pasti tidak akan tertukar,” ungkap Khairil.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh peserta, termasuk pengawas dan kepala dinas setempat mengikuti tahapan kerja ini dan menyosialisasikan dengan baik, sehingga tidak ada peserta yang dirugikan. “Sosialisasi mengenai hal ini sudah kami lakukan dan kami minta agar POS dibaca dengan baik,” imbuhnya.

Sumber : LPMP Jawa Barat dan kemdikbud.com | Rabu, 13 Maret 2013