Cabang lomba kriya FLS3N tahun ini, SMA Negeri 1 Klirong berhasil melaju ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Kebumen.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) merupakan salah satu program strategis dalam pengembangan potensi, kreativitas, dan apresiasi seni serta sastra murid di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk karakter pelajar yang inovatif, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
Sebagai wujud nyata implementasi Kebijakan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni budaya serta komitmen terhadap prinsip Pendidikan Bermutu untuk Semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara berkelanjutan menyelenggarakan ajang talenta seni budaya bagi murid jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan peserta didik berkebutuhan khusus sejak tahun 2008.
Penyelenggaraan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tidak hanya bertujuan untuk mendorong pengembangan bakat dan minat murid di bidang seni budaya, tetapi juga merupakan bagian integral dari pelaksanaan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional. Kebijakan tersebut menjadi landasan strategis dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Manajemen Talenta Nasional (MTN) dirancang sebagai program pemerintah yang berfokus pada tiga bidang utama, yaitu riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga. Dalam ranah seni budaya, FLS3N merupakan salah satu bentuk implementasi konkret MTN yang berorientasi pada proses penemukenalan, pengembangan, dan pemberian apresiasi terhadap talenta seni budaya murid dari seluruh wilayah Indonesia. Ruang lingkup Manajemen Talenta Nasional di bidang seni budaya mencakup lima bidang prioritas, meliputi (1) seni rupa & kriya, (2) seni pertunjukan & teater, (3) musik, (4) film, dan (5) bahasa & sastra. Selaras dengan ruang lingkup tersebut, FLS3N Tahun 2026 diselenggarakan melalui 48 cabang lomba yang terdiri atas 15 cabang lomba untuk jenjang pendidikan dasar, 16 cabang lomba untuk jenjang pendidikan menengah, dan 17 cabang lomba bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Pelaksanaan seleksi FLS3N Tahun 2026 dilakukan secara bertahap dan berjenjang, dimulai dari pendaftaran, seleksi semifinal, hingga tahap final. Proses seleksi dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, tingkat daerah (kabupaten/kota dan provinsi), hingga tingkat nasional.
Pelaksanaan FLS3N jenjang pendidikan menengah tahun 2026 Kabupaten Kebumen belum lama ini baru selesai diselenggarakan. Pelaksanaan FLS3N 2026 ini bertempat di SMA Negeri 1 Kebumen, SMK Negeri 1 Kebumen, SMP Negeri 2 Kebumen, dan kompleks Perpusda Kabupaten Kebumen pada hari Selasa, 28 April 2026. Ada 16 cabang yang dilombakan dalam FLS3N 2026 Kabupaten Kebumen. Sebagian besar cabang lomba diselenggarakan di SMA Negeri 1 Kebumen. Lomba Cipta Puisi, Baca Puisi, Jurnalistik, Menulis Cerita Pendek, Kreativitas Musik Tradisional dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kebumen. Lomba tari dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kebumen dan lomba cabang monolog dilaksanakan di kompleks Perpusda Kabupaten Kebumen.
SMA Negeri 1 Klirong salah satu SMA di wilayah Kabupaten Kebumen merupakan satu di antara puluhan sekolah yang turut berpartisipasi dalam ajang FLS3N 2026 tersebut. Dalam ajang tersebut SMA Negeri 1 Klirong mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti berbagai cabang lomba dan memperoleh prestasi yang cukup membanggakan. Meskipun demikian, untuk waktu ke depannya masih harus berjuang lebih keras lagi agar dapat menambah piala kebanggaan di berbagai cabang lomba.
Penghargaan yang diperoleh SMA Negeri 1 KLirong dalam ajang FLS3N 2026 tersebut, di antaranya juara 1 cabang lomba kriya, Resky Dani Rahman Wahid kelas X.3, juara 3 cabang lomba tari kreasi, Melynda Putri Patrisya kelas X.2 dan Nadila Fatarani kelas X.1, juara harapan 2 cabang lomba monolog, Zahra Dwi Rahayu kelas XI.3, juara harapan 2 cabang lomba menyanyi solo putri, Binta Mahera Ismahani klas XI.3, juara harapan 3 cabang lomba cipta lagu, Desta Prasetya Aji kelas XI.3 dan Khafsokh kelas X.3, serta juara harapan 3 cabang lomba desain poster, Asyfa Ratmaningrum kelas XI.2.
Pada ajang FLS3N tingkat SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat cabang kriya, proses pembuatan karya kriya menekankan pada nilai edukasi, bagaimana peserta melakukan observasi terhadap karya yang akan dikerjakan, mulai dari pemahaman material, keterampilan, dan pemanfaatan nilai tradisi kedaerahan sebagai kekayaan budaya Indonesia sehingga dapat menghasilkan karya yang unik dan berkarakter.
Materi lomba tahun ini berupa pengembangan produk interior. Definisi produk interior adalah segala macam karya dekoratif yang digunakan untuk mengisi, menghias, dan mempercantik bagian dalam sebuah bangunan atau ruangan, dengan tujuan menciptakan suasana. Produk interior dapat berupa furnitur, pajangan dinding, lampu meja, hingga berbagai aksesori yang dapat mendukung konsep sebuah ruangan. Pemilihan material dapat meningkatkan sekaligus juga menurunkan nilai dari sebuah produk interior sehingga perlu dipertimbangkan secara matang tentang material apa yang akan digunakan untuk berkarya.
Untuk cabang lomba kriya FLS3N tahun ini, SMA Negeri 1 Klirong berhasil melaju ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Kebumen. Resky Dani Rahman Wahid sebagai perwakilan dari SMA Negeri 1 Klirong akan berjuang untuk bersaing dalam ajang FLS3N tingkat provinsi didampingi oleh Bapak Tusina, S.Pd. sebagai pembimbing sekolah.
Dalam FLS3N jenjang pendidikan menengah tahun 2026 Kabupaten Kebumen, Resky Dani di bawah bimbingan Bapak Tusina, S.Pd. membuat benda interior berupa gabungan interior lampu, rak, lemari, musik, dan ditambah aroma terapi dalam satu tampilan yang sangat menarik dan unik yang tentunya nanti akan memperindah ruangan tempat tinggal kita. Bahan yang digunakan untuk membuat interior tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan mudah didapatkan di lingkungan sekitar, ada kayu maoni, tripleks, lampu, musik, dan bahan rangkaian lainnya. Untuk finishing-nya digunakan cat tembok, pilog semprot, dan lain-lain.
Untuk melaju ke tingkat provinsi, Bapak Tusina sebagai pembimbing sang juara kriya kabupaten berencana akan mengarahkan Resky untuk mengembangkan produk interior yang telah dibuat dalam lomba tingkat kabupaten. Nantinya, finishingnya akan ditingkatkan, dikembangkan, dan dimaksimalkan lagi. Pintu dan rak akan dimaksimalkan tampilannya sehingga nantinya tampilan keseluruhannya akan lebih menarik, indah, dan unik.
Pada lomba ini, produk interior yang dibuat diharapkan dapat memenuhi selera dan kebutuhan pasar lokal sekaligus internasional. Proses pengerjaan produk interior ini dilakukan dengan eksplorasi secara tak terbatas dan menuntut kualitas, kerapian, serta ketelitian yang tinggi. (Rasinah)

