Detail Berita

SMA Negeri 1 Klirong

IN HOUSE TRAINING (IHT) DAN TRAINING MOTIVASI SMAN 1 KLIRONG BERSAMA GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) dengan Tema: Satu Visi Satu Aksi Bahagia Mengabdi

IN HOUSE TRAINING (IHT) DAN TRAINING MOTIVASI  SMAN 1 KLIRONG BERSAMA GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) dengan Tema: Satu Visi Satu Aksi Bahagia Mengabdi

SMAN 1 Klirong mengadakan kegiatan In House Training (IHT) dan Training Motivasi bersama GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) dengan tema “Satu Visi Satu Aksi Bahagia Mengabdi” pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 bertempat di Sam’s Studio Kebumen, pukul 08.30-selesai.

 

In House Training dan Training Motivasi.jpg 60.4 KB
Kebumen - SMAN 1 Klirong mengadakan kegiatan In House Training (IHT) dan Training Motivasi bersama GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) dengan tema “Satu Visi Satu Aksi Bahagia Mengabdi” pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 bertempat di Sam’s Studio Kebumen, pukul 08.30-selesai. Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Muhamad Ali, S, Pd. dari guru SMK Negeri 1 Jambu. Bapak Ali merupakan Fasilitator Gerakan Sekolah Menyenangkan. Kepala SMAN 1 Klirong beliau Ibu Elok Nur Faiqoh, S. Pd, M. Pd turut hadir dalam kegiatan Training Motivasi. 

Berdasarkan penjelasan dari Bapak Muhamad Ali bahwa GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) hadir untuk mengembalikan fokus pendidikan pada pondasi utama manusia, yaitu karakter, nalar, dan kewarasan mental. Ada 5 Pilar utama GSM : Lingkungan pembelajaran yang positif, pembelajaran berbasis penalaran, keterhubungan sekolah, pembelajaran emosi sosial dan guru Meraki. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam berpikir jernih, memiliki akhlak yang baik, serta tumbuh menjadi manusia yang sehat secara mental dan emosional. Pendidikan yang memanusiakan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana, tangguh, dan mampu hidup dengan penuh empati di tengah perkembangan zaman 

“Lulusan anak di era sekarang tidak tahan terhadap tekanan, kurang dapat bekerjasama, kurang inisiatif dan kurang komunikas”, ujar Bapak Ali. Selain pembahasan menganai Gerakan Sekolah Menyenangkan, Bapak Ali juga membahas tentang AI yang berkembang sangat pesat. Fenomena AI yang sangat luar biasa yang dapat mengancam eksistensi manusia terutama dalam dunia industry, pekerjaan dan Pendidikan. Perkembangan AI yang sangat pesat dalam akhir ini sangat berpengaruh, akan tetapi yang menjadi pembeda manusia dengan AI adalah perasaan. dunia pendidikan harus tetap menghadirkan hati, rasa, dan nilai kemanusiaan, sebab teknologi hanya mampu mengolah data, tetapi tidak mampu menggantikan ketulusan guru dalam mendidik, memahami perasaan, serta membentuk karakter peserta didik. Pendidikan sejatinya bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga tentang membentuk karakter, menanamkan akhlak, serta mengajarkan makna kehidupan. 

Sistem Pendidikan kita belum memberikan ruang untuk mengungkapkan perasaan pada murid. Padahal, setiap anak tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan tempat untuk didengar, dipahami, dan dihargai sebagai manusia yang memiliki emosi dan pengalaman hidup. Pendidikan yang baik seharusnya tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga merawat perasaan dan kesehatan batin peserta didik. Lebih dari 100 tahun ruang Pendidikan kita tidak ada perubahan. Sistem pendidikan kita menggunakan nama Ki Hadjar Dewantara tetepai masih mempraktikan metode pembelajaran kolonialisme. Kegiatan pembelajaran harus dibutuhkan guru yang berbeda (bersifat positif) untuk memperbaiki sistem Pendidikan kita 

Bapak ibu guru dan karyawan mengikuti kegiatan In House Training (IHT) dan Training Motivasi dengan sangat antusias dan penuh semangat. “Kegiatan In House Training (IHT) dan Training Motivasi merupakan program untuk meningkatkan kompetensi para guru dan karyawan di SMAN 1 Klirong. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadikan para guru dan karyawan dalam melayani secara maksimal untuk menjadikan peserta didik menjadi anak-anak yang hebat” ujar Kepala Sekolah. (Farkhatun Zahroh)